KUALA LUMPUR 27 Jun - Adik kepada Datuk Seri Anwar Ibrahim, Rosli, hari ini menafikan beliau pernah dilantik sebagai penasihat syarikat milik kerajaan negeri Selangor, Kumpulan Darul Ehsan Berhad (KDEB).
Menurutnya, dakwaan itu tidak benar sama sekali dan ia dilakukan bertujuan menjatuhkan maruah dan mengaibkan abangnya yang merupakan Penasihat Parti Keadilan Rakyat (PKR)
Beliau berkata, bekas Setiausaha Anwar, Mohamad Ezam Mohd. Nor seharusnya mengemukakan bukti mengenai perkara itu terlebih dahulu, sebelum mengeluarkan kenyataan yang kelak akan memakan dirinya sendiri.
''Dia (Mohamad Ezam) jangan lupa bahawa abang saya pernah menjadi majikannya. Justeru, sebelum membuat sebarang tuduhan yang menganiaya orang lain, dia patut fikir dahulu,'' katanya kepada Utusan Malaysia.
Beliau mengulas laporan muka depan Utusan Malaysia hari ini yang mempersoalkan kemungkinan Anwar mengamalkan nepotisme dengan melantik ahli keluarga sebagai penasihat dalam KDEB.
Rosli menegaskan, beliau tidak pernah dilantik secara rasmi sebagai penasihat dalam syarikat tersebut.
Justeru, beliau tidak dapat menjelaskan bagaimana perkara itu kini boleh menjadi isu.
Bagaimanapun, Rosli mengakui, beliau mengenali Presiden KDEB, Datuk Abdul Karim Munisar sejak lebih 20 tahun lalu.
Katanya, sebagai rakan perniagaan, beliau ada memberi nasihat kepada Abdul Karim ketika Presiden KDEB itu berhadapan dengan masalah.
''Saya tidak terlibat atau mempunyai kaitan langsung dengan KDEB dan saya mempunyai syarikat sendiri.
''Sebagai adik kepada seorang yang berpengaruh, tohmahan seperti ini memang tidak dapat dielakkan,'' ujarnya.
Beliau kesal dengan tindakan Mohamad Ezam itu yang sebelum ini pernah menganggap Anwar sekeluarga seperti keluarganya sendiri.
Menurut Rosli, anggapan itu kini telah berubah apabila Mohamad Ezam sanggup menikam 'ahli keluarganya' dari belakang.
Cari Blog Ini
Hubungi Penulis
Anda boleh hubungi penulis di email email.pewarismelayu@gmail.com
Justice For Najib
Hits Blog Sejak Mei 2008
Terbaharu di Pewaris Melayu
Berita terbaharu
Rakan Seperjuangan
Buku catatan
- Ogos 2020 ( 1 )
- Mac 2020 ( 3 )
- Februari 2020 ( 11 )
- Oktober 2019 ( 2 )
- September 2019 ( 1 )
- Julai 2019 ( 2 )
- Mei 2019 ( 5 )
- April 2019 ( 5 )
- Mac 2019 ( 35 )
- Februari 2019 ( 7 )
- Januari 2019 ( 7 )
- Disember 2018 ( 47 )
- November 2018 ( 22 )
- Oktober 2018 ( 18 )
- September 2018 ( 21 )
- Ogos 2018 ( 27 )
- Julai 2018 ( 57 )
- Jun 2018 ( 72 )
- Mei 2018 ( 91 )
- April 2018 ( 5 )
- Mac 2018 ( 12 )
- Februari 2018 ( 23 )
- Januari 2018 ( 10 )
- Disember 2017 ( 2 )
- November 2017 ( 5 )
- Oktober 2017 ( 8 )
- September 2017 ( 3 )
- Ogos 2017 ( 13 )
- Julai 2017 ( 11 )
- Jun 2017 ( 1 )
- Mei 2017 ( 4 )
- April 2017 ( 7 )
- Mac 2017 ( 36 )
- Februari 2017 ( 16 )
- Januari 2017 ( 15 )
- Mac 2016 ( 22 )
- Februari 2016 ( 22 )
- Ogos 2015 ( 1 )
- Mei 2013 ( 11 )
- April 2013 ( 5 )
- Mac 2013 ( 1 )
- Julai 2012 ( 1 )
- Jun 2012 ( 2 )
- Mei 2012 ( 21 )
- April 2012 ( 10 )
- Mac 2012 ( 20 )
- Februari 2012 ( 7 )
- Januari 2012 ( 4 )
- Disember 2011 ( 15 )
- Julai 2011 ( 1 )
- Jun 2011 ( 4 )
- Mac 2011 ( 4 )
- Februari 2011 ( 4 )
- Januari 2011 ( 3 )
- September 2010 ( 3 )
- Ogos 2010 ( 9 )
- Julai 2010 ( 12 )
- Jun 2010 ( 2 )
- April 2010 ( 13 )
- Mac 2010 ( 1 )
- Februari 2010 ( 5 )
- Januari 2010 ( 4 )
- November 2009 ( 2 )
- Oktober 2009 ( 1 )
- Ogos 2009 ( 4 )
- Julai 2009 ( 8 )
- Jun 2009 ( 7 )
- Mei 2009 ( 2 )
- April 2009 ( 7 )
- Mac 2009 ( 6 )
- Februari 2009 ( 15 )
- Januari 2009 ( 17 )
- Disember 2008 ( 16 )
- November 2008 ( 16 )
- Oktober 2008 ( 25 )
- September 2008 ( 22 )
- Ogos 2008 ( 48 )
- Julai 2008 ( 59 )
- Jun 2008 ( 47 )
- Mei 2008 ( 35 )
2008-2019 - Pewaris Melayu. Dikuasakan oleh Blogger.