Selain kelemahan-kelemahan strategi melompat seperti dinyatakan sebelum ini, keadaan objektif juga belum lagi matang untuk mengambil alih kuasa daripada BN kerana:
• BN kalah, tetapi Pakatan belum menang: Dalam kebanyakan kes, pengundi pelbagai kaum memilih calon pembangkang kerana mereka menolak calon BN untuk menunjukkan mereka tidak berpuas hati dengan dasar-dasar parti pemerintah, namun pilihan ini tidak bermakna mereka menyokong agenda-agenda rakyat atau agenda perubahan yang diperjuangkan oleh PKR, PAS, DAP dan PSM.
• Pakatan merupakan gabungan yang longgar tanpa asas yang kukuh. Ia terpaksa dibentuk kerana keperluan realpolitik untuk menubuhkan kerajaan campuran di Pulau Pinang, Perak dan Selangor. DAP padahal telah berundur daripada Barisan Alternatif (BA) kerana tidak bersetuju dengan matlamat negara Islam yang diperjuangkan oleh PAS.
• Selain parti Islam, PKR dan DAP belum ada pengalaman memerintah. Oleh itu, cabaran memerintah di lima kerajaan Pakatan adalah cabaran yang tidak mudah dihadapi, terutamanya memandangkan kerajaan persekutuan enggan memberi kerjasama yang diperlukan, malah cuba mensabotaj dari segi kewangan dan pentadbiran.
• Kerjasama dan penyelarasan antara kerajaan negeri Pakatan dengan badan-badan bukan kerajaan juga perlu dijalinkan atau dipereratkan lagi agar agenda-agenda rakyat dan dasar-dasar baru yang melibatkan kepentingan rakyat tanpa mengira kaum dan agama dapat dilaksanakan secepat mungkin.
• Jika dalam penggal ini, badan-badan dan parti-parti progresif dapat bergembleng tenaga dengan lima buah kerajaan negeri Pakatan bersama-sama rakyat untuk melancarkan perjuangan secara serius dan besar-besaran agar dapat memansuhkan undang-undang zalim seperti akta ISA, Akta Rahsia Rasmi, Akta Universiti dan Kolej Universiti – di samping melaksanakan dasar-dasar pro-rakyat serta membanteras salah guna kuasa dan memulihkan hak-hak asasi rakyat – maka pilihanraya umum ke-13 seharusnya menjadi masa Pakatan mengambil alih kuasa politik daripada BN!
Cari Blog Ini
Hubungi Penulis
Anda boleh hubungi penulis di email email.pewarismelayu@gmail.com
Justice For Najib
Hits Blog Sejak Mei 2008
Terbaharu di Pewaris Melayu
Berita terbaharu
Rakan Seperjuangan
Buku catatan
- Ogos 2020 ( 1 )
- Mac 2020 ( 3 )
- Februari 2020 ( 11 )
- Oktober 2019 ( 2 )
- September 2019 ( 1 )
- Julai 2019 ( 2 )
- Mei 2019 ( 5 )
- April 2019 ( 5 )
- Mac 2019 ( 35 )
- Februari 2019 ( 7 )
- Januari 2019 ( 7 )
- Disember 2018 ( 47 )
- November 2018 ( 22 )
- Oktober 2018 ( 18 )
- September 2018 ( 21 )
- Ogos 2018 ( 27 )
- Julai 2018 ( 57 )
- Jun 2018 ( 72 )
- Mei 2018 ( 91 )
- April 2018 ( 5 )
- Mac 2018 ( 12 )
- Februari 2018 ( 23 )
- Januari 2018 ( 10 )
- Disember 2017 ( 2 )
- November 2017 ( 5 )
- Oktober 2017 ( 8 )
- September 2017 ( 3 )
- Ogos 2017 ( 13 )
- Julai 2017 ( 11 )
- Jun 2017 ( 1 )
- Mei 2017 ( 4 )
- April 2017 ( 7 )
- Mac 2017 ( 36 )
- Februari 2017 ( 16 )
- Januari 2017 ( 15 )
- Mac 2016 ( 22 )
- Februari 2016 ( 22 )
- Ogos 2015 ( 1 )
- Mei 2013 ( 11 )
- April 2013 ( 5 )
- Mac 2013 ( 1 )
- Julai 2012 ( 1 )
- Jun 2012 ( 2 )
- Mei 2012 ( 21 )
- April 2012 ( 10 )
- Mac 2012 ( 20 )
- Februari 2012 ( 7 )
- Januari 2012 ( 4 )
- Disember 2011 ( 15 )
- Julai 2011 ( 1 )
- Jun 2011 ( 4 )
- Mac 2011 ( 4 )
- Februari 2011 ( 4 )
- Januari 2011 ( 3 )
- September 2010 ( 3 )
- Ogos 2010 ( 9 )
- Julai 2010 ( 12 )
- Jun 2010 ( 2 )
- April 2010 ( 13 )
- Mac 2010 ( 1 )
- Februari 2010 ( 5 )
- Januari 2010 ( 4 )
- November 2009 ( 2 )
- Oktober 2009 ( 1 )
- Ogos 2009 ( 4 )
- Julai 2009 ( 8 )
- Jun 2009 ( 7 )
- Mei 2009 ( 2 )
- April 2009 ( 7 )
- Mac 2009 ( 6 )
- Februari 2009 ( 15 )
- Januari 2009 ( 17 )
- Disember 2008 ( 16 )
- November 2008 ( 16 )
- Oktober 2008 ( 25 )
- September 2008 ( 22 )
- Ogos 2008 ( 48 )
- Julai 2008 ( 59 )
- Jun 2008 ( 47 )
- Mei 2008 ( 35 )
2008-2019 - Pewaris Melayu. Dikuasakan oleh Blogger.